Dari awal terbentuk hingga sekarang #2019GantiPresiden memang menuai pro dan kontra, namun yang tidak dapat kita tampik adalah gerakan tersebut sangatlah fenomenal. Meski KPU sudah menyatakan gerakan tersebut bukan merupakan kampanye, namun tetap saja kita melihatnya seperti layaknya gerakan kampanye, karena apa? Jawabannya karena tak lain capres dan cawapres kita cuma dua orang, nah kalau pengennya ganti ya jelas ke Prabowo dong, hehehe.
Salah satu penggerak aktif gerakan 2019 Ganti Presiden adalah Neno Warisman. Ada juga yang mendukung neno, ada juga yang menolaknya. perbedaan tersebut sangatlah wajar, mengingat negara kita adalah negara demokrasi.
Dilansir dari situs tribunnews.com, MELALUI akun facebooknya, Novi Anggriani Munadi, seorang politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Depok, mengkritisi kiprah Neno Warisman yang mobile berkampanye #2019GantiPresiden ke sejumlah daerah di Indonesia. Rabu (29/8/2019)
Menurut Novi apa yang diakukan Neno terlalu berlebihan. Apalagi pengakuan Neno yang sudah tinggal cukup lama di Depok.
"Menurut saya tagar 2019 ganti Presiden yang dikampanyekan Mba Neno hanya mencari sensasi dan memancing emosi publik. Terlalu banyak mudharatnya. Permasalahan bangsa yang sangat kompleks tak dapat disederhanakan dengan mengganti presiden. Bukankah energi Mba Neno lebih baik dicurahkan untuk mengkritisi masalah sosial di sekitarnya? Seperti di Depok, baru-baru ini ada kasus prostitusi di apartemen yang sudah sangat meresahkan warga,” papar Novi.
Novi juga mengutarakan jika dirinya ingin sekali melakukan debat dengan Neno. Meski belum ada tanggapan balasan dari Neno sendiri, akan tetapi berita tersebut sangat viral, khususnya bagi warga depok sendiri. Seharusnya kita tidak perlu ribut apakah gerakan #2019GantiPresiden itu diperbolehkan atau tidak. Jawabannya tentu saja boleh, karena negeri kita adalah negeri yang menganut asas demokrasi, dimana rakyatnya bebas mengemukakan pendapat.
Akan tetapi jika nantinya harapan para anggota gerakan #2019GantiPresiden tidak sesuai harapan, mereka juga harus mendukung presiden yang terpilih, karena itu adalah pilihan rakyat. Mau tidak mau ya harus seperti itu, karena sistem pemilu kita menggunakan sistem voting, dimana suara terbanyak yang akan menjadi pemenangnya.
Jadi yang perlu digaris bawahi adalah, siapapun nanti yang menjadi presiden, kita wajib untuk mendukung semua program dari beliau, selama itu untuk memajukan negeri ini, kita wajib untuk mendukungnya.

